ChasaWorksChasaWorks
Mulai Proyek
Cover aplikasi manajemen kendaraan menampilkan mockup smartphone dengan ringkasan biaya, servis, dan pengingat
Studi Kasus · Open Source

Aplikasi Manajemen Kendaraan Flutter untuk Pemilik Mobil

Aplikasi manajemen kendaraan ini menyatukan jadwal servis, konsumsi BBM, biaya, dokumen, dan pengingat dalam satu layar mobile. Catatan kendaraan yang tersebar di kuitansi, kalender, dan spreadsheet membuat servis mudah terlewat serta biaya kepemilikan sulit dipantau. Veyra memberi pemilik kendaraan alur terpusat untuk mencatat pengisian BBM, menghitung efisiensi, menyimpan riwayat servis, mengelompokkan pengeluaran, dan memantau masa berlaku dokumen. Pengingat dapat diatur berdasarkan tanggal, odometer, atau kombinasi keduanya. Aplikasi Flutter untuk iOS dan Android terhubung ke API Rust dengan PostgreSQL dan Redis. Kontrak respons yang konsisten serta kode error multibahasa menjaga pengalaman pengguna tetap jelas dalam bahasa Indonesia maupun Inggris. Cocok sebagai fondasi aplikasi operasional untuk kendaraan pribadi, armada kecil, rental, atau bisnis lapangan yang membutuhkan data per kendaraan tanpa bergantung pada pencatatan manual.

Klien
Open Source
Industri
Mobile App
Durasi
Open source project
Tahun
2026
01 — Konteks

Problem awal

Pemilik kendaraan sering menyimpan riwayat servis di kuitansi, jadwal perawatan di kalender, dan pengeluaran di catatan terpisah. Pola ini membuat biaya kepemilikan sulit dihitung, konsumsi BBM tidak terukur, serta servis atau perpanjangan dokumen mudah terlewat. Masalah bertambah ketika satu akun harus mengelola beberapa kendaraan untuk keluarga, rental, atau operasional bisnis. Tanpa ringkasan per kendaraan, keputusan perawatan cenderung reaktif dan data lama sulit ditemukan saat dibutuhkan.

02 — Pendekatan

Cara kami menyelesaikan

Veyra memusatkan data kendaraan melalui aplikasi Flutter untuk iOS dan Android. Pengguna dapat mencatat servis, pengisian BBM, pengeluaran, pengingat, dan masa berlaku dokumen dalam alur yang konsisten. Setiap kendaraan memiliki ringkasan tersendiri sehingga kondisi operasional dan komponen biaya lebih mudah dibandingkan. API Rust dengan PostgreSQL menangani data utama, sedangkan Redis membantu menyajikan ringkasan dashboard secara efisien. Pemisahan domain dari framework menjaga aturan bisnis lebih mudah diuji dan dikembangkan. Kode error yang stabil diterjemahkan oleh aplikasi ke bahasa Indonesia atau Inggris, sehingga pesan kepada pengguna tetap relevan tanpa mengikat logika backend pada satu bahasa.

Dart
Semua portfolioBerikutnya: Open Source
Accepting New Projects

Punya ide?
Mari bicarakan.

Free 30-min consultation. Kami bantu validasi scope dan estimasi sebelum proyek dimulai.

Jakarta, Indonesia · Remote-friendly