Problem awal
Platform e-learning (LMS) yang berkembang pesat sering kali menghadapi kendala performa ketika sistem monolith mereka dipaksa menangani tugas berat secara bersamaan. Salah satu beban terbesar adalah pengiriman ribuan email notifikasi—seperti pengumuman kelas, pengingat tugas, dan reset password—ke seluruh siswa. Ketika proses ini berjalan di server yang sama dengan aplikasi utama, akses siswa ke materi pelajaran atau ujian online bisa melambat drastis, menciptakan pengalaman belajar yang buruk dan memicu keluhan pengguna.
Cara kami menyelesaikan
Arsitektur layanan ini memisahkan modul pengiriman pesan dari sistem inti LMS menjadi sebuah microservice mandiri. Dibangun dengan bahasa Go yang dikenal tangguh dalam menangani proses konkuren, layanan ini bertugas menerima instruksi dari aplikasi utama dan mengeksekusi pengiriman email di latar belakang. Dengan pendekatan ini, beban kerja terdistribusi secara optimal. Server utama tetap responsif melayani interaksi siswa dan guru, sementara antrean email diproses dengan cepat dan andal oleh microservice terpisah. Pendekatan decoupling ini memastikan platform siap menampung lonjakan pengguna tanpa risiko downtime akibat bottleneck notifikasi.
Yang berubah setelah launch
Punya ide?
Mari bicarakan.
Free 30-min consultation. Kami bantu validasi scope dan estimasi sebelum proyek dimulai.

