Problem awal
Banyak perusahaan multinasional kesulitan mensinkronisasi sistem kepegawaian mereka karena kendala bahasa dan lambatnya performa aplikasi saat jumlah karyawan bertambah. Sistem HRIS monolitik tradisional sering kali mencampur aduk business logic dengan akses database, sehingga ketika ada perubahan aturan payroll atau hak akses, seluruh sistem rentan mengalami downtime. Selain itu, tim HR di cabang luar negeri sering terkendala antarmuka aplikasi yang tidak mendukung bahasa lokal mereka, membuat proses administrasi harian seperti persetujuan cuti atau rekap absensi menjadi tidak efisien dan rawan kesalahan.
Cara kami menyelesaikan
API backend ini dibangun untuk memutus semua masalah skalabilitas tersebut melalui pendekatan Hexagonal Architecture. Dengan memisahkan logika bisnis murni dari infrastruktur, pemeliharaan kode menjadi jauh lebih aman dan terprediksi. Sistem ini menggunakan Golang untuk memastikan performa tinggi, dipadukan dengan skema PostgreSQL multi-tenant dan Redis caching agar response time tetap instan meski diakses ribuan karyawan bersamaan. Untuk mengatasi kendala bahasa, sistem menerapkan translation boundary yang unik: seluruh pemrosesan data internal tetap menggunakan bahasa Inggris sebagai standar global, namun response API secara otomatis diterjemahkan ke bahasa Mandarin sebelum dikirim ke pengguna. Ditambah dengan kontrol akses RBAC yang sangat granular, manajemen bisa mengatur wewenang spesifik tiap divisi tanpa khawatir terjadi kebocoran data antar departemen.
Yang berubah setelah launch
Punya ide?
Mari bicarakan.
Free 30-min consultation. Kami bantu validasi scope dan estimasi sebelum proyek dimulai.

