Problem awal
Developer dan tim IT sering menghabiskan waktu berminggu-minggu hanya untuk menyiapkan fondasi awal saat membangun sistem backend baru. Setiap engineer memiliki gaya penulisan kode dan preferensi struktur folder yang berbeda, yang pada akhirnya memicu konflik saat proyek mulai membesar. Ketika aplikasi monolitik mulai kewalahan menerima trafik tinggi, proses memecahnya menjadi layanan-layanan kecil (microservices) menjadi penuh risiko tanpa adanya standar arsitektur yang jelas. Ketidakkonsistenan ini membuat proses onboarding anggota tim baru menjadi lambat dan menyulitkan pelacakan bug di tahap produksi.
Cara kami menyelesaikan
Template arsitektur microservice ini hadir untuk menstandardisasi seluruh proses pembuatan layanan backend sejak menit pertama. Menggunakan bahasa pemrograman Go yang terkenal tangguh menangani konkurensi, fondasi ini memisahkan setiap domain bisnis ke dalam layanan independen yang terisolasi. Tim engineer tidak perlu lagi memikirkan boilerplate untuk routing atau koneksi database, melainkan langsung fokus mengembangkan fitur yang memberikan nilai bisnis. Pendekatan ini memastikan setiap layanan dapat di-scale secara terpisah sesuai beban kerjanya masing-masing. Hasilnya, perusahaan mendapatkan sistem yang jauh lebih tangguh, mudah dipelihara, dan siap melayani lonjakan pengguna tanpa mengorbankan waktu respons aplikasi secara keseluruhan.
Yang berubah setelah launch
Punya ide?
Mari bicarakan.
Free 30-min consultation. Kami bantu validasi scope dan estimasi sebelum proyek dimulai.

